Kamis, 10 Juli 2008

Cut Memey Cuek Digugat Rp1,175 M

PESINETRON dan penyanyi asal Aceh, Cut Memey digugat secara perdata oleh Bambang Uesnadi pengusaha dan sekaligus bakal calon bupati Rejang Lebong, Bengkulu.

Memey dianggap telah menyalahi kontrak sebagai bintang tamu dalam suatu acara kepemudaan salah satu ormas di Rejang Lebong, Bengkulu, baru-baru ini. Ketidakhadiran Memey di acara tersebut, membuat pihak Bambang naik pitam dan menggugat ke PN Bekasi.

Berita gugatan perdata yang di lakukan Bambang di PN Bekasi tersebut, ditanggapi Memey dengan tenang dan menganggap gugatan perdata sebanyak senilai 1 miliar 175 juta rupiah sebagai suatu masalah biasa-biasa, yang tidak terlalu besar.

"Tidak ada tanggapan, buat gue bukan masalah besar karena gue pada track yang benar, yang pasti gue sangat dirugikan dengan adanya kasus ini," ujar Memey ditemui di kantor Pengacara Elza Syarief di Jalan Keramat Sintiong No 38 A Jakarta Pusat.

Perkara gugatan Memey mengaku siap menghadapi pihak penggugat dengan melalui jalur hukum yang ada dan menyerahkan sepenuhnya kepada Elza Syarief sebagai kuasa hukumnya.

"Gue siap, gue siap akan menghadapi dengan tuntunan hukum, gue serahkan semuanya ke kuasa hukum, tante Elza Syarief, soal tuntutan balik atau bagaimana-bagaimananya," terang Memey. ryan h

Sabtu, 05 Juli 2008

Tamara Bleszynski Enggan Buka Mulut


SEJAK kabar penangkapannya berhembus, Tamara Bleszynski belum pernah memberikan klarifikasi tentang isu yang berhembus itu. Tamara dikabarkan telah ditangkap oleh satuan Resmob Polres Jakarta Selatan dalam operasi penggerebekan di Apartemen Pertama Hijau, 17 April lalu.

Kabar tersebut berhembus via SMS yang berbunyi "Exclusive Hint! Tamara Bles has drugs (sabu-sabu) party in Permata Hijau Apartment. Check it, please?". Ibunda Rasya ini lebih baik bungkam seribu bahasa daripada berbicara tentang kebenaran berita tersebut.

Bahkan ketika dikonfirmasikan, artis cantik blesteran Polandia ini pun lebih banyak diam dan sesekali mengumbar senyumnya yang manis itu kepada tim KapanLagi.com saat dijumpai usai syuting promo untuk keperluan program salah satu stasiun TV swasta di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pewarta hiburan, bagai menggali sumur di batu karang. Bibir janda Teuku Rafli Pasya ini terkatup rapat saat jalan terburu-buru menuju mobil mini bus warna silver miliknya, yang diparkir di depan studio TV swasta tersebut. Sambil berlalu Tamara hanya mengeluarkan beberapa patah kata saja. "Ah itu biarin aja, saya gak mau mikirin," ujar Tamara singkat. ryan h

Yenny Rachman Diterpa Badai


BARU beberapa bulan menikah, tepatnya sejak 18 April 2008 lalu, rumahtangga Ketua Parfi dan aktris senior Yenny Rachman sudah diterpa badai isu tak sedap. Suami Yenny sekarang, Supradjarto dikabarkan menghamili wanita lain bernama Marissa.

Dalam SMS gelap yang beredar beberapa lalu itu juga disebutkan Marissa hamil sebelum Supradjarto menikahi Yenny Rachman.

Saat ditemui di Gedung FFI, baru-baru ini, Yenny menanggapi isu tersebut secara dingin. Menurutnya kabar tersebut adalah kabar burung dan tak penting untuk ditanggapi. Kasus semacam itu, kata Yenny, sudah banyak terjadi. Dan berujung pada pemerasan. "Misalnya kasus–kasus di dewan yang ujung–ujungnya minta duit," ujarnya.

Yenny mengaku malas dan tak mau mengurusi gosip–gosip seperti itu. Baginya gosip seperti itu sangat tidak mengenakan. Semakin ditanggapi akan semakin menjadi. "Dan itu bisa mengganggu hubungan kita semua, termasuk dengan wartawan," tutur wanita kelahiran 18 Januari 1959 ini.

Begitu pun dengan, Supradjanto sendiri yang kini menjabat sebagai direksi Bank BRI, kata Yenny enggan untuk menanggapi hal tersebut. "Suami tahu, saya pun tahu. Tapi kita tidak mau membahas soal seperti ini karena sama sekali tidak jelas," pungkasnya. ryan h

Polisi Itu Gagah


Aiptu Dhaim
 
PANAS terik, hujan, angin, hempasan debu dan asap, serta makian dari masyarakat, tidak membuatnya jera untuk menjalankan tugas sebagai penegak hukum di jalan raya. Ya, itulah sosok Aiptu Dhaim, salah satu dari sekian banyak anggota polisi di Indonesia yang sejak meniti karirnya selalu menjadi anggota Polisi Lalu Lintas.

Memang, menjadi anggota Bhayangkar merupakan cita-citanya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Semua itu terinspirasi dari pamannya, yang tampak gagah manakala mengenakan seragam polisi. Rasa kagum dan hormat terus menggayut didalam hati putra Majalengka kelahiran tahun 1962 ini.

Setelah melewati sekolah SMP, ayah dua orang putra dari pernikahannya dengan wanita yang sangat dicintainya, Yuli Sulistiani (44), masuk sekolah menengah kejuruan tehnik mesin hingga selesai tahun 1983 di Majalengka, Jawa Barat. Saat itu, keiinginannya menjadi abdi masyarakat itu semakin mantap. Berangkatlah anak ke 2 dari seorang petani desa yang bernama Karta, ke Jakarta. Di Ibu Kota belahan utara ini, tepatnya di asrama Airud, Cilincing, dia tinggal bersama seorang paman.

Setahun lama menunggu pembukaan penerimaan calon bintara, tahun 1984, setelah lowongan Secaba resmi diumumkan, penggemar sepakbola ini pun turut mendaftar. Tanpa mengalami kesulitan berarti, dia lulus dan dinobatkan sekaligus ditempatkan di Polda Metro Jaya pada tahun 1985 sebagai anggota Satgasus berpangkat Serda (Sersan Dua) – sekarang Bripda (Brigadir Polisi Dua-red).

Tak terasa, Dhaim, telah bertugas 8 tahun disana dengan mengenakan seragam coklat berselempang dan pet putih di kepala hingga tahun 1993, lalu ia dimutasi ke bagian STNK yang masih berada dilingkungan Polda Metro Jaya. Setelah 3 tahun lamanya duduk di Kantor Bersama, pada tahun 1996, Brigadir Dhaim, dipindahkan ke Polrestro Jakarta Utara, dan masih di Divisi Lalu Lintas.

Sesuatu hal yang sangat menyenangkan baginya adalah kebiasaan klasik, yaitu kenaikan pangkat. Tahun 2004, epolet bertanda huruf ‘MM’ berarti Aiptu, bagi Dhaim sudah boleh disematkan sebagai pangkatnya. Kemudian, tepatnya pada bulan Juli 2006, Aiptu Dhaim dipercaya menduduki posisi Kasubnit Patroli Polantas khusus Motor Besar. maretto

Selasa, 03 Juni 2008

Jual Diri Rp1 Miliar


Julia Perez

KEPINGIN bawa Jupe, bayar 1 miliar. Begitu isu yang beredar bahwa Jupe jual diri, sebagai kerjaan sampingan. Sayangnya isu itu tidak menyebutkan bisa pakainya sampai kapan. "Gila, kerja sampingan tarif 1 milyar dengan uang segitu bisa bawa Jupe pulang," gumam Jupe.

"Tapi biarlah itu hanya gosip, yang penting bagaimana berpikir positif dalam keadaan susah seperti ini," ungkap Jupe. "Dengan uang sebanyak itu seharusnya aku sudah tinggal di Pondok Indah." Secara khusus Jupe tidak ingin menanggapi isu–isu seperti itu.

"Ya, BBM naik seperti ini, kita pikir yang pasti–pasti saja," tukasnya di Pizza CafĂ© Menteng, baru-baru ini. Ini sama seperti saat isu penyebaran kondom, yang mana, dia sempat kena kritik pedas dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, sebagai tindakan pelecehan perempuan.

"Cooling down saja," katanya. Seburuk apa pun yang ditujukan kepadanya, Jupe berusaha menerimanya sebagai suatu berkah. ryan h